•  

    Phone / Fax

    031-8538442, 031-8538431

    Fax : 031-8538431

  •  

    Jam Kerja

    Senin-Jum'at : 07.00 - 16.00

    Sabtu              : 07.00 - 12.00

Bijak Hadapi Pandemi ala SD Ikrom

Bijak hadapi pandemi menjadi tema webinar yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Sidoarjo, Sabtu (26/9/20).
Bijak hadapi Pandemi. Kegiatan webinar Covid-19 yang digelar SD Ikrom Wage (Sonah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Bijak hadapi pandemi menjadi tema webinar yang diselenggarakan SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Taman, Sidoarjo, Sabtu (26/9/20).

Kegiatan yang bertajuk Covid-19 Webinar Session, itu mengundang tiga nara sumber utama, yaitu Dokter Jenggolo Diagnostic Center dan Laboratorium Permata dr. Mirza Aulia Nabilah Rossalini, Tenaga Medis Puskesmas Taman Sidoarjo apt. Restya, S.Farm, dan Sekretaris Relawan Tanggap Bencana Covid-19 Primadi Avianto, M.Farm.Klin.

Dalam acara yang digelar via Zoom dan streaming YouTube tersebut, pemateri pertama dr. Mirza Aula Nabilah Rossalini menjelaskan gejala infeksi virus Corona, yaitu demam, sakit kepala, kelelahan, menggigil, diare, nyeri tulang atau sendi, dan napas tersengal. Ada juga batuk, radang tenggorokan, mual dan muntah, hidung tersumbat, serta mata bengkak.

“Penularan virus melalui percikan (droplet) lewat batuk atau bersin yang mengandung virus Corona dan  kontak langsung dengan penderita. Menyentuh permukaan benda yang terkena percikan dengan virus Corona. Juga dapat melalui sentuhan mata, hidung, mulut melalui tangan yang tidak dicuci,” ujarnya.

Untuk pencegahan, lanjutnya, dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun minimal 20 detik, juga menutup mulut saat bersin atau batuk dengan menggunakan siku. “Hindari juga kerumunan, terapkan social distancing atau physical distancing untuk mengurangi risiko penularan virus,” paparnya.

Tata Cara Bermasker

Dalam kesempatan tersebut, dr. Mirza turut menyampaikan cara menggunakan dan melepas masker yang baik dan benar. “Ketika ingin makan atau lainnya, sebaiknya tidak diletakkan di dagu. Karena banyak kemungkinan, virus yang ada di leher ikut ke bagian muka kita. Sebaiknya diambil, dilipat, dan disimpan. Bisa juga dengan cara lain, yaitu masker dilepas sebagian, sehingga masker tidak menempel di bagian anggota tubuh kita,” ujar dia.

Untuk itu, sambungnya, perlu untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mematuhi protokol kesehatan terutama 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). “Bila perlu konsumsi vitamin agar sistem tubuh tetap bagus dan terjaga,” kata dia.Pada paparan kedua, pemateri apt. Restya, S.Farm. menjelaskan serba-serbi obat dan vitamin pencegah Covid-19. “Penularan Covid-19 menyerang sistem imun atau kekebalan tubuh. Sedangkan sampai saat ini, masih belum ada obat atau vaksin untuk menangkal virus tersebut,” ungkap Restya.

Konsumsi vitamin, menurutnya, tidak perlu setiap hari, tapi saat diperlukan saja. “Sebab, vitamin sudah bisa didapat dari asupan makanan . Jadi sebaiknya kita makan makanan yang bergizi seperti sayur dan buah yang berwarna merah,” jelas Restya.

Vitamin dibutuhkan setelah makan  junk food, saat stres, pemulihan dari sakit, ibu  hamil dan menyusui, serta orangtua yang memiliki penyakit kronis saja. “Untuk memilih jenis vitamin sebaiknya yang lengkap, terdiri dari vitamin A karena dapat meningkatkan antibodi. Vitamin C (mengurangi gejala flu), vitamin D (mengurangi resiko infeksi pernapasan), vitamin E (meningkatkan fungsi imun tubuh), termasuk zincselenium, dan magnesium (mengurangi gejala, tingkat keparahan dan durasi),” paparnya.

Minum-minuman herbal dari bahan alami, kata dia, juga disarankan. Jenis tanaman yang dapat digunakan seperti sambiloto, jambu biji, meniran, kunyit, jahe dan temulawak. “Tetapi disarankan menggunakan salah satu saja, tidak dicampur seluruhnya,” ungkapnya.

Segera Mandi

Sedangkan pemateri ketiga adalah Primadi Avianto M.Farm.Klin. Dalam paparannya, dia menjelaskan materi penerapan protokol kesehatan, yang dapat dilakukan para guru dan wali siswa usai beraktifitas di luar rumah.

 

“Jadi, segera cuci tangan sebelum masuk rumah. Kemudian lepas masker kotor di luar, lalu lepas pakaian dan letakkan di dalam wadah cucian yang kotor. Setelah itu segeralah mandi,” ungkapnya. Barang barang dari luar, seperti kunci, dompet, tas diletakkan di tempat khusus dan jangan diletakkan di ruang makan atau kamar tidur.

Di bagian lain, Ketua MCCC SD Ikrom Nurngaini, S.Pd. mengaku bersyukur, adanya program Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai kepala unit kesehatan sekolah (UKS).

“Sebelum pandemi, saya berfokus melayani siswa yang sakit. Di masa pandemi, saya bisa melayani kebutuhan kesehatan para guru-karyawan agar terhindar dari Covid-19. Bahkan hari ini kami dapat menyelenggarakan webinar dengan memanelkan tiga pemateri sekaligus. Terima kasih teman-teman dari MCCC serta tim kreatif SD Ikrom yang sangat mendukung kegiatan ini,” ujar guru olahraga tersebut. (*)

Penulis Sonah. Co-Editor Darul Setiawan. Editor Mohammad Nurfatoni

Dikutip dari : https://pwmu.co/163479/09/29/bijak-hadapi-pandemi-ala-sd-ikrom/