•  

    Phone / Fax

    031-8538442, 031-8538431

    Fax : 031-8538431

  •  

    Jam Kerja

    Senin-Jum'at  : 07.00 - 16.00

    Sabtu            : 07.00 - 12.00

MEMBATIK BERSAMA DI PENDOPO ALUN-ALUN SIDOARJO

MEMBATIK BERSAMA DI PENDOPO ALUN-ALUN SIDOARJO

Explore Day merupakan suatu kegiatan yang mengajak siswa untuk tidak hanya mahir dalam akademik akan tetapi mahir dalam keterampilan. Salah satunya dengan membuat batik tulis. Kegiatan membuat batik tulis ini dilaksakan oleh para siswa kelas II SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage dengan penuh semangat dan antusias dalam mempraktekkannya.

Dalam kegiatan Explore Day, sekolah mendatangkan ahli dalam batik tulis dari Wage yakni Om Gik. Kegiatan Explore Day dilaksanakan di Pendopo Alun Alun Kabupaten Sidoarjo, Rabu (7/9/2022)

Kegiatan ini akan melaksanakan praktek membuat batik tulis yang memiliki ciri khas dari kota Sidoarjo, yakni udang dan bandeng. Sebelum memasuki tahap nyanting, terlebih dahulu siswa mendegarkan penjelasan dari Om Gik tentang tata cara membuat batik tulis. Siswa menyimak penjelasannya dengan baik, kemudian langsung mempraktekkan dengan membuat pola batik tulis terlebih dahulu.

Langkah selanjutnya, siswa diminta untuk nyanting pola yang sudah mereka buat dengan didampingi guru kelas. Tak luput juga, Om Gik ikut serta dalam mendampingi siswa dalam proses nyanting dan memberi arahan agar dalam proses nyanting lebih sabar dan hati hati.

Dalam proses nyanting, siswa dangat antusias dalam mempraktekkan membuat batik tulis. Bahkan terdapat beberapa siswa yang ingin menggambar pola lagi agar dapat melaksanakan kegiatan nyanting. Seperti Dzaky Hafidz (2-Furqon), “ustadzah, aku pengen nyanting lagi, seru gambar dengan canting” ujarnya.

Saat menunjukkan hasil karyanya, terlihat motif yang dihasilkan siswa sangat indah dan beragam. Mereka nampak senang dan puas akan hasilnya. Kegiatan Explore Day – Membuat Batik Tulis ini memiliki kesan tersendiri bagi siswa kelas II.

Selain siswa, semua guru Kelas II pun antusias ikut membatik. Dengan semangat Ustadz-Ustadzah pun mengikuti instruksi Om Gik layaknya murid. Seperti Ustadzah Ira membuat batik udang dan bandeng dengan kombinasi megamendung. Begitu juga dengan Ustadz dan Ustadzah yang lain, mereka tidak puas hanya membuat satu motif batik.

Terakhir, Pak Huri berpesan ini baru langkah awal. “Setelah ini kalian bisa menggunakan pewarna batik yang sesungguhnya, supaya hasilnya lebih bagus dan menjadi inspirasi bagi diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.