•  

    Phone / Fax

    031-8538442, 031-8538431

    Fax : 031-8538431

  •  

    Jam Kerja

    Senin-Jum'at  : 07.00 - 16.00

    Sabtu              : 07.00 - 12.00

Berpetualang ke Museum 10 Nopember Surabaya

 

 

Adventure Day merupakan salah satu kegiatan belajar yang diterapkan oleh SD Muhammadiyah 3 “IKROM” Wage Taman Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat yang mendukung pembelajaran di sekolah. Peserta didik dapat belajar secara langsung dengan  narasumber.  Selain mendapat  pengalaman  belajar di sekolah dengan cara menyenangkan,  mereka juga mampu mengambil pelajaran dari semua kegiatan yang dilakukan secara nyata di alam terbuka. Kegiatan ini adalah kegiatan favorit anak-anak. Apalagi di masa transisi pasca pandemi.

Pada hari  Kamis tepatnya tanggal 8 September 2022, peserta didik kelas 4 SD Muhammadiyah 3 “IKROM” Wage Taman Sidoarjo melakukan kegiatan Adventure Day ke Musium 10 Nopember Surabaya yang terletak di Jalan Pahlawan, Alun-alun Contong Kecamatan Bubutan  Surabaya Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan 112 pesereta didik dan 5 orang guru. Untuk dapat berkunjung ke musium 10 Nopember Surabaya caranya sangat mudah, yaitu dengan mendaftar melalui link online musium 10 Nopember kemudian pilih tanggal dan jam kunjungan yang dikehendaki.

Kami melakukan perjalanan menuju musium menggunakan armada bus dan ditempuh lebih kurang 45 menit. Sesampainya di Musium, kami menyusuri  pelataran luar serta melihat karya-karya 2 dimensi yang ada di sepanjang dinding. Karya-karya tersebut sangat menarik. Jika kami cermati lukisan tersebut bercerita tentang sejarah perjuangan tokoh-tokoh Pahlawan Surabaya. Karya-karya tersebut juga dilengkapi dengan tugu pahlawan.

Setelah pemandu musium datang, peserta didik berbaris dengan rapi dan siap mendengarkan penjelasan. Diawali dari cerita Gubernur Suryo. Gubenur Suryo adalah salah satu pencetus pertempuran Surabaya 10 Nopember 1945. Nama lengkapnya adalah Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo. Selama pertempuran beliaulah yang sering melakukan komunikasi dengan Bung Karno dan Bung Hatta ketika Inggris mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945.

Dilanjutkan dengan KH. Hasyim Asy’ari. Kyai Haji Hasyim Asy’ari adalah pelopor persatuan umat dan tokoh modernisasi pesantren. Dan melalui Resolusi Jihad, rakyat Indonesia dapat memperkuat perjuangan dalam peristiwa Pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.

Selain itu juga dijelaskan salah satu tokoh yang paling penting dalam pertempuran Surabaya yaitu Bung Karno. Ia bukanlah pejuang yang ikut berperang dengan mengangkat senjata, namun dengan pidato Bung Tomo berhasil membangkitkan semangat rakyat Surabaya untuk kembali melawan Penjajah. Dengan bersatunya rakyat Indonesia akhirnya kemenanganpun dapat diraih.

            Dalam peristiwa pertempuran ini terdapat rakyat dan sejumlah tokoh berjuang bersama melawan tantara sekutu. Dalam sejumlah catatan, ada 160 ribu tantara sekutu dan 20 ribu rakyat Surabaya yang gugur. Setelah selesai menjelaskan peran dari beberapa pahlawan yang terdapat tugunya di halaman luar musium, kamipun melanjutkan perjalanan menunuju dalam musium.

Bangunan museum ini terdiri dari dua lantai. Sesuai namanya, museum ini memiliki berbagai koleksi yang berkaitan dengan pertempuran Surabaya. Kami mengunjungi lantai pertama terlebih dahulu. Pada lantai pertama, peserta didik  bisa melihat patung, foto, dan lukisan  yang menggambarkan semangat para pejuang melawan penjajah. Seluruh siswa berkumpul dan duduk tertib di sudut musium untuk mendengarkan pemandu bercerita sejarah Pertempuran Surabaya. Mereka sangat antusias mendengarkannya. Dengan semangat, pemandu tersebut menceritakan sejarah perjuangan Surabaya dengan dialek suroboyoan yang khas. Terkadang siswa-siswi tersenyum bahkan tertawa mendengar cerita tersebut. Sesekali pula mereka merasa geram. Disela-sela cerita terdengar pertanyaan dari peserta didik yang antusias ingin mengetahui lebih jauh lagi terjadinya pertempuran tersebut.

Setelah selesai mendengarkan cerita, kami naik ke lantai dua. Di lantai dua ada ruangan yang berisi koleksi senjata, koleksi peninggalan Bung Tomo, dan reproduksi foto-foto dokumenter. Di sana juga terdapat dua ruang khusus diorama status yang menampilkan delapan peristiwa yang terjadi selama 10 Nopember 1945. Ada pula empat buah papan yang berisi cerita lengkap tentang perjuangan kemerdekaan, foto bangunan-bangunan legendaris pada zaman penjajahan Belanda, dan lukisan yang menggambarkan peperangan.

Mereka juga melihat benda-benda lain seperti radio yang digunakan masyarakat untuk mendengarkan pidato Bung Tomo, catatan harian Bung Tomo, hingga peralatan perang seperti pistol, senjata laras panjang, helm, mata uang zaman dahulu, dan berbagai diorama serta ilustrasi patung. Dan terakhir mereka ke ruang  pemutaran film untuk menyaksikan film pertempuran 10 Nopember 1945. Selama menyaksikan film tersebut mereka sangat tertarik dan semangat mendengarkan ceritanya. Dengan pengaturan pencahayaan, suara, gambar, dan tersedianya peta Jawa Timur memadukan cerita yang sangat luar biasa. Film pun selesai dan mereka keluar dari ruang tersebut. Kunjungan ke Musium 10 Nopember pun berakhir.


 

Kegiatan Adventure Day tidak berakhir sampai di sini. Namun langkah terakhir yang harus dilakukan peserta didik adalah mengisi worksheet yang sudah diberikan guru sebelumnya. Setelah selesai mengerjakan merekapun makan siang di bawah pohon-pohon  rindang halam musium. Mereka makan sambil bercerita keseruan di dalam musium. Setelah selesai makan siang, mereka membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan tempat mereka makan,dan mencuci tangan. Setelah itu kembali menuju bus untuk ke sekolah.

Berakhirlah kegiatan adventure day di tahun 2022 ini. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajarkan keteladanan kepada siswa-siswi untuk selalu jujur, gigih, pantang menyerah, dan dapat melakukan hak serta kewajibannya dengan benar. Dari keteladanan tersebut diharapkan mereka dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan tekun belajar, meraih prestasi sesuai bidang dan kemampuan yang dimiliki, suka membantu orang lain dan membiasakan mengucapkan terima kasih, maaf, serta tolong kepada orang lain. Semua kegiatan tersebut dilakukan peserta didik dengan antusias dan penuh semangat. Selamat bertemu lagi di Adventure Day 2023.

 

Penulis. Dian Tri Anista