Bukan Sekadar Menulis; Ini yang Dipelajari Peserta Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) Malang 2026

0 Comments

Antusias para peserta memadati aula Pesantren Entrepreneurship Muhammadiyah Gondanglegi, pada Sabtu-Minggu, 10-11 Oktober 2026. Sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Jawa Timur mengikuti kegiatan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah Malang 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen (PNF) PP Muhammadiyah dan Lazizmu ini mengusung tema “Optimalisasi Kehumasan Sekolah: Branding Pendidikan Berkemajuan Berbasis Jurnalistik.”

Prof. Dr. Muchlas, M.T selaku ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah menjelaskan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi yang aktual kepada publik lewat kerja-kerja jurnalistik. Hal ini karena setiap komunitas lembaga dakwah, memberitakan suatu kegiatan, kunjungan, bahkan seremonial agar masyarakat mengetahui manfaat dari kegiatan tersebut.

Prof. Dr. Muchlas, M.T selaku Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah saat sesi sambutan

“Beritakan sebuah kegiatan menjadi nilai dakwah, karena selama ini publikasi lembaga kita adalah suatu hal yang tentu perlu diketahui oleh masyarakat. Masyarakat sebelumnya membutuhkan informasi mengenai manfaat dan perubahan yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.” Ujar Muchlas saat memberikan sambutan.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa sebuah informasi dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap perkembangan media digital yang semakin masif. Hal ini agar terhindar dari disinformasi dan berita hoax sehingga menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas dan berintegritas.

“Bangunlah kepercayaan publik terhadap kepercayaan jurnalistik yang berkualitas dan berintegritas. Kita hidup dimasa informasi dapat di produksi dalam hitungan micro detik saja. Hitungan yang sangat singkat saja. Setiap orang tidak hanya membuat konten, tetapi membuat sebuah karya jurnalistik yang berkualitas.” Imbuh-Nya

Menyulap aula Madina Building sebagai tempat diskusi kreatif

Antusias para peserta membuat suasana kegiatan menjadi hidup. Dengan pemateri handal dan penyampaian yang matang, para peserta mencoba mengolah kerja-kerja jurnalistik menjadi sebuah karya kreatif yang menginspirasi. Beberapa pemateri dalam kegiatan ini antara lain:

  1. Hendra Apriyadi, S.Pd., M.Pd (Penulisan Press Release dan Penyuntingan Berita; Menarasikan Pendidikan Muhammadiyah (inspira.id)
  2. Dr. Roni Tabroni, M. Si (Reportase Pendidikan Muhammadiyah; Pendekatan Mainstream dan New Media)
  3. Nasrullah, Ph.D (Best Practice Branding, Marketing dan Media Relations Sekolah)
  4. Kelik Nursetiyo Widiyanto, S.Sos (Strategi Optimalisasi Media Sosial Sekolah)
  5. Mukhtarom, SE., ME (Foto dan Video Jurnalistik; Pendekatan Mobile Journalism dan Media Sosial)
Sesi foto bersama pemateri—Nasrullah, Ph.D

Dari berbagai pemaparan materi yang disampaikan, kerja-kerja jurnalistik diharap meningkatkan produktivitas para peserta di lingkungan sekolah. Namun, teknologi juga menghadirkan tantangan perubahan seperti disinformasi dan manipulasi visual. Karena kemajuan Artificial Intelejen (AI) membuat masyarakat sulit membedakan mana informasi yang faktual mana informasi yang fiktif.

Oleh karena itu kecepatan bukanlah ukuran utama keberhasilan jurnalistik, melainkan keberhasilan menyampaikan informasi secara akurat melalui data yang relevan. Pada dasarnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada masyarakat adalah tujuan utama penyampaian informasi.

Melalui branding dan tulisan yang informatif, hal ini menjadi salah satu tujuan posisi strategis memajukan sekolah Muhammadiyah. Setiap sekolah mampu mengenali keunggulannya, mengemas menjadi informasi yang menarik dan menyampaikannya kepada masyarakat melalui media yang tepat. Publikasi yang baik akan memperkuat reputasi sekolah dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
Penulis : Riyadus Sholichin

Leave a Comment

Your email address will not be published.