Dari kelas ke Aksara : Guru SD Muhammadiyah 3 Ikrom Siap Lahirkan Buku Opini

0 Comments

Sabtu, 26 September 2026 Suasana auditorium yang penuh semangat dari Guru SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, sebanyak 74 Guru dengan antusiasme yang tinggi untuk mendapatkan ilmu baru dalam membuat tulisan opini dari narasumber tagar.co. Mohammad Nurfatoni “Redaktur Pelaksana Tagar.co” menjadi narasumber pada hari itu menjelaskan bahwa banyak hal yang bisa diangkat untuk menjadikan sebuah opini tulisan mulai dari yang hangat diperbincangkan hingga yang tidak sempat tersorot oleh media ternyata bisa diangkat menjadi isu atau opini hangat hingga masuk kedalam berita nasional.

Dari Isu Sederhana Menjadi Opini yang Bernilai

sebuah tulisan opini tidak selalu harus berangkat dari persoalan besar yang sedang menjadi perhatian publik. Justru, banyak persoalan sederhana yang terjadi di sekitar kita memiliki nilai untuk diangkat menjadi sebuah gagasan. Kuncinya terletak pada kepekaan penulis dalam melihat persoalan dan menemukan sudut pandang yang menarik.

Bagi seorang guru, sumber ide tersebut sebenarnya sangat dekat. Aktivitas di ruang kelas, perilaku peserta didik, perkembangan teknologi dalam pembelajaran, perubahan kebijakan pendidikan, hingga berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekolah dapat menjadi bahan tulisan. Pengalaman sehari-hari yang selama ini dianggap biasa bisa menjadi menarik ketika dilihat dari perspektif yang berbeda.

Nurfatoni menjelaskan bahwa penulis perlu memiliki kepekaan terhadap apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Tidak semua hal harus menjadi berita utama terlebih dahulu untuk dapat ditulis menjadi opini. Bahkan, persoalan yang luput dari sorotan media dapat menjadi bahan tulisan yang menarik ketika penulis mampu memberikan sudut pandang, argumentasi, dan gagasan yang relevan.

Menulis dengan Data, Pengalaman, dan Argumentasi

Agar opini tidak sekadar menjadi pendapat pribadi, sebuah tulisan perlu diperkuat dengan argumentasi. Pengalaman yang dimiliki penulis dapat menjadi titik awal, kemudian diperkuat dengan fakta, data, maupun contoh konkret yang relevan.

Dengan cara tersebut, tulisan menjadi lebih meyakinkan sekaligus memiliki nilai informasi bagi pembaca. Penulis juga perlu menjaga agar opini tetap fokus pada persoalan yang dibahas sehingga gagasan yang disampaikan tidak melebar ke berbagai arah.

Bagi para guru, kemampuan tersebut menjadi peluang untuk mengubah berbagai pengalaman di sekolah menjadi tulisan yang memiliki manfaat lebih luas. Apa yang awalnya hanya menjadi pembicaraan di ruang guru atau lingkungan sekolah dapat dikembangkan menjadi gagasan yang dapat dibaca oleh masyarakat.

“Ide tulisan ada di sekitar kita. Tugas penulis adalah peka melihatnya dan menemukan sudut pandang yang tepat.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.